Tahukah Pikiran Itu Bisa Bekerja Ketika Santai

Memank dirasa aneh judul ini namun coba kita renungkan ketika kita emosi dan santai kita bandingkan kita punya masalah yang sama apa lebih cepat masalah itu terpecahkan dengan emosi atau santai, pasti sudah punya jawaban tersendiri mari kita terapkan pada anak didik ketika anak tidak bisa bukan emosi yang keluarkan ubahlah menjadi santai (rileks) agar anak didik kita menjadi luar biasa ada sebuah kisah yang menunjukkan bahwa ketika rileks pikiran rasa takut akan hilang dan mudah untuk menghafalkan sesuatu ayo simak cerita berikut anak yang duduk dikelas tiga ikut kontes sampai ia mengompol



inilah kisahnya ⇒Seorang anak perempuan yang duduk dikelas 3 mulai mengikuti pelatihan otak kanan. dia sangat menikmati seluruh arahan yang diberikan dengan suka cita selama pelatihan imajinasi, dia kelihatan benar-benar rileks, imajinasi adalah sesuatu yang dibayangkan dalam pikiran dan saori bisa menvisualisasikan imajinasi dengan jelas  namun setelah pelajaran ke tiga, ibunya datang ke sekolah untuk mendiskusikan kekhawatirannya, karena anak tersebut terpilih untuk ikut kontes musik

Latihan untuk kontes ini telah membuat anak tersebut dalam tekanan besar. beberapa malam terakhir, dia mengompol ditempat tidur padahal dia tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya, sebelum ia terpilih menjadi kontestan musik setelah mendengar cerita ibu tersebut Gurunya memanggil anak tersebut keruang kosong dan memberi saran padanya tentang bagaimana agar bisa lebih rileks ketika mengikuti kontes dengan tenang guru ini mengatakan

inilah perkataan yang membuat semangat semua anak
Wahai Muridku sayang kamu sebenarnya punya kekuatan luar biasa yang bisa kamu mainkan dengan sangat baik tutuplah matamu bayangkan notasi musik bermunculan dengan lembut dan kamu bisa bermain musik dengan sangat gembira. Kamu bisa bermain dengan mudah

Guru tersebut meminta anak tersebut menutup mata dengan pemberian sugesti (rangsangan) sugesti tersebut bertujuan diberikan kepada agar anak tersebut rileks dalam mengikuti kompetisi dan tidak ngompol lagi, lalu ibu gurunya menyarankan untuk berlatih imajinasi mental lebih sering dibandingkan berlatih intrumen musik sebenarnya jadi anak tersebut ditekankan pada pikiran agar anak membayangkan sesuatu agar mentalnya kuat setelah semua itu apa yang terjadi anak tersebut mulai semangat, sambil memandang mata sang guru anak tersebut menganngguk dengan ceria dan pulang kerumah

Dari hasil sugesti yang diberikan gurunya hasilnya Anak Tersebut berubah dengan sangat luar biasa, menjadi sangat rileks dan berhenti mengompol ditempat tidur sejak malam itu, serta ada lagi ia sudah bisa membaca nomor musik yang sebelumnya menjadi masalah baginya mampu membayangkan notasi musiknya dengan cepat sekali, dengan menggunakan metode seperti ini dapat meraih kemajuan cepat, dibanding latihan sebelumnya yang ketat guru musikpun sangat terkesan dengan kemampuan barunya. inilah kisah anak yang sebenarnya biasa menjadi luar biasa dengan pikiran yang santai inilah pikiran bisa bekerja

Previous
Next Post »