Home » » Bahayakah Pendidikan Lebih Mementingkan Nilai Sekolah

Bahayakah Pendidikan Lebih Mementingkan Nilai Sekolah

Kita memandang sekolah dasar hanya sebagai tahapan untuk kesekolah menengah atau sekolah menengah sebagai langkah menuju perguruan tinggi? ketika kita membesarkan anak kita mudah sekali terperangkap pada kebutuhan anak kita yang mendesak atau jangka pendek saja.
Bahayakah Pendidikan Lebih Pentingkan Nilai Ujian Sekolah
Gunakan Kempuan Sebenarnya Itulah Bakat

kita sering terjatuh pada perangkap bahaya dengan mengangap lulus ujian masauk sekolah sebagai tujuan akhir daripada berfikir mengenai banyak hal dari masa depan anak kita. banyak sekali dari orang tua yang akhirnya membesarkan anak hanya menggunakan sudut pandang yang terpusat pada kemampuan akademik semata, padahal

APA ASPEK TERPENTING DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
? bagaimana dengan sekolah menengah, sebaiknya kita menghindari cara berfikir bahwa sekolah dasar atau pendidikan sekolah menengah adalah untuk menyiapkan anak masuk kesekolah menengah pertama atau perguruan tinggi yang lebih baik ini penting bagi kita untuk menjaga jangkauan pandangan kita supaya lebih

Dimasa lalu kita fokus pendidikan formal lebih pada membesarkan manusia menjadi baik, seseorang yang bisa berkontribusi pada masyarakat. namun kebijakkan pendidikan saat ini telah berubah dan dibanyak sekolah ujian malah menjadi fokus utama. akhirnya murid dipaksa untuk merai nilai yang lebih tinggi, anak - anak berlomba untuk mendapatkan nilai yang terbaik tentu masih sekolah yang mendorong pertumbuhan murid secara menyeluruh. ada pengecualian namun secara umum fokus pendidikan reguler saat ini tetap pada meraih reputasi sekolah , yang dibentuk dengan berapa banyak jumlah lulusan sekolah yang bisa masuk kesekolah lanjutan bergengsi atau universitas ternama, sebuah cerita
Seorang ibu mempunyai anak berusia 10 tahun bercerita tentang kejadian menakutkan yang disaksikan ketika berkunjung ke salah satu sekolah unggul. ibu tersebut mengatakan kalau sekolah tersebut memandang skor ujian sebagai elemen yang penting dari pendidikan yang diberikan,  anak yang mendapatkan skor ujian rendah dihukum didepan teman - temannya dan tidak diperbolehkan datang ke sekolah lagi jika masih mendapatkan nilai yang memalukan, 
Tempat duduk murid yang mendapatkan nilai buruk dipindah kebelakang kelas. teori dibalik praktik semacam ini adalah anak akan belajar lebih keras supaya tidak dipermalukan lagi dikemudian hari itu sangat mengerikan. sampai ibu tersebut tidak membiarkan anaknya untuk sekolah disana. sekarang kita berfikir apakah cara atau pemikiran ini sudah dibenarkan

Membuat Peraturan agar ditaati adalah suatu kuwajaran namun disisi lain apakah peraturan itu akan memaksa kita untuk mentaati atau dengan suka rela kita mentaati, jika semua ada dalam fikiran kita taati tanpa adanya paksaan oleh karena itu mari kita nilai bangun dengan bakatnya agar anak tidak berfokus pada nilai namun mereka akan bisa mengembangkan kemampuan mereka dengan suka hati.

0 komentar:

Post a Comment