Janganlah Menekan Nilai Akademik Pada Anak

Ujian sekolah memang merupakan langkah penting untuk pertumbuhan anak dan perkembangannya. namun bisa lulus ujian bukanlah tujuan utama dari pendidikan. kita harus menghindari agar ujian tidak mengganggu pikiran anak. ujian masuk sekolah atau ujian kelulusan bukanlah suatu yang jahat jika anak memiliki kemapuan untuk lulus ujian

(tidak usah mempedulikan kesulitan) tanpa harus menghindari berjam-jam belajar pelajaran sekolah yang dirancang secara khusus untuk itu. ujian tidak akan merusak pikiran anak, anak mungkin bisa menganggap ujian sebagai bentuk motivasi belajar.

Daripada hanya mengejar tujuan untuk lulus ujian saja, pendidikan sebaiknya digunakan untuk membesarkan keunikan setiap anak dan mengaktifkan  kemampuan dari dalam diri anak sangat terbatas. kemampuan ini sedang 'tertidur' dalam diri setiap manusia. saya ingin melihat pendidikan diterapkan untuk membantu anak menunjukkan kecakapan terbaiknya dibidang yang paling dikuasainya

Anak - anak harus didorong untuk mengejar apa yang mereka cintai sehingga mereka ketika dewasa dapat memberi kontribusi pada masyarakat dibidang -bidangnya tertentu. singkatnya, saya ingin merumuskan pendidikan yang lebih menghargai keinginan setiap individu.

Pendidikan konvensional otak kiri bertujuan menumbuhkan kecerdasan dengan mengajarkan pengetahuan pendekatan ini memiliki keterbatasan dan dianggap hanya mampu mengembangkan 3 persen dari potensi manusia, padahal dalam kenyataan kemampuan dari dalam diri manusia sangatlah tidak terbatas. saya menghimbau guru-guru sekolah dasar menengah untuk memulai membantu muridnya memahami kalau diri mereka memilih kemampuan yang luar biasa dasyatnya

Pendidikan dimasa depan membutuhkan pendekatan yang lebih dapat membantu potensi manusia mencapai fungsi optimalnya. selain itu juga harus mampu menumbuhkan keunikan, mengembangkan pemikiran, rasa kemanusian, kepekaan dan kreativitas anak. juga penting untuk mengajarkan pada anak bagaimana mereka harus menggunakan kemampuan tersebut dengan bijaksana, tanpa mengajarkan aplikasi tentang kemampuan yang baru ditemukan, para pendidik akan kehilangan substansi hanya membangun kerangka namun meninggalkan elemen dalam diri
Previous
Next Post »

1. berkomentar Yang Baik
2. Berkomentar Sesuai Dengan Tema
3. Jangan Spam Yach !!! ConversionConversion EmoticonEmoticon